Senin, 09 Juni 2008

Percakapan 1:
" Halo...abang lagi apa? Udah mandi belum? Udah? Wah...pinter yah! Tadi bantuin Bunda jagain adek ga?"
" Ya udah...Ayah kerja dulu ya Bang, baik-baik ya! Bunda-nya mana?"
Percakapan 2:
" Aku tadi makan sup buntut Sayang. Kamu udah makan belum?"
"Gitu donk... makannya yang banyak. Kangen kamu juga. Miss you..take care baby..."
Kedua percakapan diatas sama-sama dilakukan oleh dua lelaki nearly thirty, bedanya percakapan pertama dilakukan oleh lelaki yang sudah berstatus ayah dari jagoan cilik dan percakapan kedua oleh lelaki lajang prospektif ibu kota. Kok saya lagi suka dengerin percakapan setype dengan percakapan pertama yah. Sebuah percakapan antara ayah muda dan anaknya. Walau mungkin sang ayah ini juga dulunya lajang prospektif ibu kota yang gemar tebar pesona. Tampaknya lelaki nearly thirty yang sudah berstatus ayah lebih matang, yah, mungkin secara mereka sudah belajar berbagi hidup dengan istri dan anak, banyak belajar menenggang rasa , meminimalisir ego pribadi untuk kepentingan keluarga and mostly, mereka tahu bagaimana memperlakukan perempuan bak seorang lady plus tahu apa yang mereka mau. Haha...yummy daddy syndrome...dilihat boleh, dipegang jangan, they are already taken! I will find my own yummy husband and yummy daddy for my son:)
posted by ninabelle at 20.43 |

1 Comments:

At 26 Juni 2008 pukul 21.23, Blogger Bunda Zua said........
alhamdulillah...

Aku udah dikasih yummy hubby..

yang ternyata yummy daddy pula!!