Kamis, 21 Februari 2008
Gusti, paringana sabar...
Mugi kawula saged tumindak sae marang sedaya tiyang
Gusti, nyuwun kekiyatan...
posted by ninabelle at 20.37 | 1 comments
"The Sparkling White Tunjung, is produced following the traditional Méthode Champenoise and further developed by keeping the wine one-year on its lees. In a refreshing style with aromas of citrus peel and flowers, enhanced by a light creamy yeast influence, this new Balinese wine is becoming the island’s new pride and joy. An incredible achievement of taste and quality, Tunjung is a MUST try!" (http://www.hattenwines.com/tunjung.html)

Wah...ternyata nama saya juga nama salah satu variant wine...hmmm, layak dikoleksi& dicoba tentunya:)
posted by ninabelle at 17.59 | 1 comments
Selasa, 19 Februari 2008

Hai!!

Weekend kemarin, saya iseng membeli majalah untuk perempuan Ibu Kota dengan bonus kartu Tarot. Mulanya, kartu tarot itu saya cuekin, saya kurang begitu tertarik dengan hal-hal yang menurut saya kurang real. Namun, ternyata akhirnya saya tergoda juga..hehe. Kebetulan saat itu saya tengah bimbang menghadapi dua pilihan. Sebenarnya saya juga sudah menentukan pilihan tanpa bantuan tarot. Akh...tapi lucu juga kali ya kalo iseng nanya sama kartu. Dengan berbekal sedikit pengetahuan yang kilat saya baca mengenai bagaimana cara membaca kartu tarot, saya bertanya dalam hati. Hasilnya 3 kartu=> The High Priestess, The emperor dan The Sun. Kemudian dengan sok tahu (hihi...maklum masih amatir) saya mengartikan dan artinya menguatkan saya untuk tetap pada keputusan dan tujuan saya semula. Akh, mungkin saya memang hanya mencari dukungan yang menguatkan saja dan pengaruh sugesti dari diri saya. Tapi saya senang juga karena dengan hasil akhir kartu The Sun (katanya) optimisme dan percaya diri saya sedang tinggi, saya bersinar dan dinaungi matahari...saatnya beraksi!! Hmm, jadi semangat:)

Terlepas, dari ocehan pengalaman iseng saya, saya dapat info sedikit nih tentang Tarot:
Kartu Tarot tersusun oleh 78 kartu yang terbagi dalam dua kelompok yaitu Major Arcana dan Minor Arcana. Tarot yang paling populer saat ini adalah Tarot versi Rider-Waite-Smith. 22 kartu yang tergolong dalam Arcana Mayor sering disebut sebagai kartu trump, yang berarti mereka memiliki keunggulan dibandingkan dengan kartu-kartu Arcana Minor.
Kartu Tarot berasal dari Italia. Pada awalnya, permainan kartu tersebut bernama Carde da Trionfi, atau Kartu Kejayaan (Trionfi: berjaya atau menang, triumph). Sebanyak 28 dokumen tertanggal 1442-1463 mencantumkan permainan kartu bernama Trionfi. Kartu-kartu Trionfi tersebut pun masih dapat dijumpai saat ini. Setelah mendapat pengaruh dari Prancis, nama Trionfi berubah menjadi Tarocchi.
Kepopuleran kartu Tarot diperkirakan bermula sejak
Antoine Court de Gebelin menerbitkan sebuah buku pada tahun 1781. Buku tersebut menyatakan bahwa pendeta-pendeta Mesir kuno telah melukis kartu Tarot berdasarkan Buku Thoth. Mereka kemudian membawa gambar-gambar tersebut ke Roma untuk dipersembahkan kepada Paus. Paus kemudian memperkenalkan Tarot ke Avignon, Prancis pada abad ke-14. Penjelasan Court de Gebelin dianggap tidak akurat karena tidak didukung oleh bukti-bukti sejarah dan ditulis sebelum Champollion menerjemahkan bahasa Mesir kuno, Hieroglif (Hieroglyph)
Gereja Katolik dan pemerintah daerah di Eropa tidaklah selalu melarang permainan Tarot. Beberapa daerah bahkan memperbolehkan warganya memainkan Tarot dimana permainan kartu sejenis lainnya jelas-jelas dilarang.
Hak eksklusif tersebut tidaklah berlangsung lama. Pada akhir abad ke-14 seorang penceramah dari Swiss, Johannes von Rheinfelden, secara tiba-tiba menyerang perjudian dan permainan kartu. Tractus de moribus et disciplina humanae conversationis diterbitkan di tahun 1370 (Beberapa ahli menyatakan 1377).
Sebagai akibat dari pernyataan ini, John I dari Castile, pemerintah
Firenze dan Basel secara bersamaan menerbitkan larangan bermain kartu. Beberapa tempat seperti Regensburg dan Duchy of Brabant pun menerbitkan larangan serupa di tahun 1379. Bernard Siena memberi ceramah bahwa kartu bermain adalah hasil ciptaan Setan.
Tarot-tarot tertua saat ini dibuat pada awal sampai pertengahan abad ke-15. Ketiga set kartu tersebut adalah milik keluarga Visconti, keluarga yang paling berkuasa di Milan pada saat itu. Kartu-kartu tersebut dilukis untuk merayakan perkawinan antara keluarga Visconti dan Sforza, kemungkinan besar oleh Bonifacio Bembo dan pelukis-pelukis miniatur dari Ferrara. 35 kartu disimpan di Perpustakaan Pierpont Morgan, 26 kartu di Accademia Carrara, 13 kartu di Casa Colleoni, dan 4 kartu (Devil, Tower, Three of Swords, dan Knight of Coins) tidak dapat ditemukan, atau mungkin tidak pernah dibuat. Set kartu 'Visconti-Sforza' ini direproduksi secara meluas. Dalam set tersebut, Minor Arcana (kartu-kartu Pedang, Tongkat, Koin dan Cawan) dan Major Arcana digabungkan untuk merefleksikan ikonografi konvensional pada saat itu.

pandangan mistis dan kebutuhan penggunanya.
Berdasarkan interpretasi
Arthur Edward Waite, artis Pamela Colman Smith melukis satu set lukisan Major Arcana. Hasil karya mereka kemudian diterbitkan oleh perusahaan percetakan, Rider Company. Set Tarot ini menjadi set yang paling populer di peradaban modern. Set kartu tersebut dikenal juga dengan sebutan Tarot Rider-Waite-Smith. A.E. Waite menerbitkan buku petunjuk interpretasi Tarotnya, The Pictorial Key to the Tarot (1910).
Dua puluh dua kartu yang terdapat dalam Arcana Mayor banyak menimbulkan perdebatan, baik arti dari set itu sendiri, maupun interpretasi masing-masing kartu. Secara umum, Arcana Mayor dimengerti sebagai perjalanan hidup the Fool (si Pandir), melalui segala prahala dan rintangan sampai akhirnya dia menemukan kebijaksanaan. Pengertian tersebut diusulkan oleh Eden Gray pada pertengahan abad ke-20.
Tarot dikaitkan dengan berbagai bidang studi seperti
Astrologi, Numerologi Pythagoras, Kabalah, I Ching, dan lain-lain. Empat simbol Minor Arcana sering diasosiasikan dengan empat elemen dasar: udara (Pedang), api (Tongkat), air (Cawan), dan tanah/batu (Pentacle/Koin).

Seru juga membaca sejarah tarot ini. Yang paling penting menurut saya, take it as knowledge!!
Semangat:)
posted by ninabelle at 09.53 | 0 comments

Jakarta akhir-akhir ini
Mendung, hitam, basah, dingin
Membekukan hari
(gambar diambil dari www.kompas.com)
posted by ninabelle at 09.50 | 0 comments
Jumat, 08 Februari 2008
welcome to lonely time
please running in my head
just feel me
let me melt into that darkness
till the light shine
i don't know when
posted by ninabelle at 21.19 | 1 comments
Rabu, 06 Februari 2008

TRAGIS!


Saya sampai harus sering berhenti- meletakkan buku- merenung- namun tak sabar untuk meneruskan lagi ketika membaca kisah ini. Kisah berlatarbelakang kehidupan di Afganishtan mulai pra konfik sampai saat konflik di Afganishtan berlangsung.


But, forget it for a while...'cause this book is all about humanitarian. It will remind you about yourself, your bad side, and somehow you will try to make that side fix in the future.

THE KITE RUNNER yang ditulis oleh Khaled Hosseini bertutur tentang persahabatan sekaligus pengkhianatan karena ego dan rasa cinta diri manusia yang begitu besar yang akhirnya menjadi mimpi buruk sepanjang hidup dan bagaimanapun harus diakhiri.


Tersebut Amir dan Hassan, duo sahabat beda kasta. Hassan yang begitu setia hingga mempertaruhkan harga dirinya dan Amir yang ber-ego besar karena merasa kehilangan kasih dari Sang Ayah. Amir rela berpura-pura tidak tahu mengenai penganiayaan mengenaskan pada sahabatnya. Namun, Amir harus membayar harga dari "pengkhianatannya" itu.

Kisah yang bertutur pula mengenai hubungan Ayah dan anak...mengharukan, menyentuh nurani dan membuat saya merenung...banyak merenung tentang relasi saya dengan teman, sahabat& orang tua. Kisah tragis yang dituturkan dengan jujur& indah.


THE KITE RUNNER...very high reccomended!
posted by ninabelle at 12.54 | 0 comments
Jumat, 01 Februari 2008
Dari Bandung kembali ke Jakarta...jalan-jalan& makan-makan lagi tentunya masih bareng host kami Pak Maknyuss ituh:)
Dua minggu terakhir, saya memang kembali disibukkan dengan survey& shooting program dan baru sekarang saya bisa merangkumnya.
Berawal di hari Senin, 21 Januari 2008, saya dan salah satu rekan creative harus survey, karena Rabu, 23 Januari 2008 harus shooting, gak mungkin dadakan juga kan menyiapkannya (padahal ini juga udah keitung dadakan...hehe). Malangnya, masalah klasik terjadi lagi! Kami ga dapat mobil untuk survey...untung ada sang executive producer yang berbaik hati mengantar kami (thank you Bang!). Sempet sungkan juga, gila yah, survey dianter bos sendiri, cerita manalagi tuh! (FYI: executive producer itu dua level di atas saya lho;p). Perjalanan hari itu dimulai dengan sarapan sekaligus makan siang di RM Bahagia cabang Medan di Jl. Mampang Prapatan Raya, menunya Ikan Bawal Goreng Bumbu Cabe Ijo...hmmm...sedep banget! secara saya juga paling suka tuh olahan ikan, ditambah tauco (saya baru sekali ini makan ikan ditemani tauco secara terpisah..) jadi makin seger! Setelah itu, kami meluncur ke kawasan Halim. Disana di Jl. Angkasa I no. 15, ada RM Pasundan yang pepes ikan masnya enyak! Jadi langganan pejabat TNI AU juga tuh, pas makan siang rame. Tujuan selanjutnya, Corner Tebet Utara, foodcourt baru di bilangan tebet. Makanannya variatif mulai masakan Aceh, Sunda, Jawa, olahan bebek lengkap disana. Di Corner Tebet Utara yang ga boleh terlewat adalah Rawon Iga Bakar yang kata Pak maknyuss...maknyuss banget! dan es awan putih...dengan sirup lychee dan buah-buahan yang generous dan dipercantik dengan strawberry terasa istimewa. Selanjutnya lanjut ke Sarinah foodcourt di Thamrin, yang ini so so lah ya, seperti foodcourt di mall kebanyakan. Hari itu cukup sampai disitu karena hari sudah sore dan kami harus balik ke kantor karena harus meeting.

Rabu, 23 Januari, saya dan team berangkat dari kantor dengan tekad membuat dua episode, episode foodcourt dan langganan pejabat. Perjalanan kami awali dari kantor sendiri! Di gedung Bank Mega lower ground khan ada foodcourt tuh...then, kami cabut ke Soto Banjar Nyaman di Jl. Pangeran Antasari yang jadi langganan pejabat& artis gitu kabarnya. Ternyata bener lho, sampai sana di dindingnya tertempel banyak foto artis& pejabat lengkap dengan tandatangannya. Tak ketinggalan kemudian pak Maknyuss juga membubuhkan tanda tangan. Next destinations are Corner Tebet Utara , RM Pasundan dan Sarinah Foodcourt yang udah lebih dulu saya ceritain. Setelah dari sana kami menuju ke Stasiun Juanda, di ujung stasiun terdapat RM Selera Kita khas Aceh yang katanya hidangannya oke punya dan ternyata terbukti!Telur ikannya nyumnyum, kurma kambingnya juga dan minumannya juga khas Aceh lhoh..timun kerok, sayangnya saya ga suka timun. Dari Juanda, kami rame-rame ke kawasan Pluit yang nauzubillah jauhnya...disana ada foodcourt Apartemen Laguna. Sampai disana , suasananya mengingatkan kami pada Hongkong, karena disana hampir semua penghuninya adalah WNI dengan mata sipit dan kulit putih. Makanan yang ditawarkanpun serba Chinese. Perjalanan kami akhiri dengan makan malam di Nasi Uduk Hias Rias di bilangan Cikini. Saya makan nasi uduk dengan cumi & tahu goreng, rasanya konvensional tapi teteup enak, abis di team kami kan cuma kenal kata enak dan enak banget...hehehe.

Kamis, 24 Januari, kami meluncur ke Bintaro. Tiga episode yang sama dengan dua belas tempat makan telah menanti kami. Lokasi yang berdekatan memudahkan kami...syukurlah. Yang high reccomended adalah ayam kodok Gudeg Yu Djum, ayam kodok itu ayam utuh yang udah dikeluari tulangnya kemudian diisi dengan daging ayam yang sudah dibumbuin plus sosis dan telur...rasanya enak banget! cocok lho untuk syukuran atau seserahan. Satu porsi biasanya untuk 20 orang. Selain itu ada Ayam bakar kwali Ibu Tjondro masih di Bintaro, tinggal jalan kaki dari Gudeg Yu Djum. Kedua makanan itu bisa ditemuin di Bintaro Jaya Sektor I, tepatnya Jl. Bintaro Tengah.

Senin, 28 Januari, kami balik lagi ke Bintaro. Ada Pondok Sate Muda H. Paijo yang satenya juara..tempatnya di Pondok Ranji Raya Bintaro Sektor 3...beneran wajib dicoba deh! Selain sate kambing, ada sop kambing dan seafood juga. Tiap tamu yang datang akan langsung disuguhi tahu sumedang yang masih panas dengan cocolan sambel kecap, udah gitu minumnya es kelapa muda yang porsinya gede bener...pokoknya puas deh. Kemudian kita ke Moe Jazz Lounge, tempatnya lumayan cozy dengan hidangan yang tak mengecewakan, cocoklah buat hang out dan rileksasi. Oya, mampir juga ke Sarpino's Pizzeria kalo ke Bintaro. Waralaba pizza dari Canada ini cuma ada 3 di Indonesia, di Bintaro, Bumi Serpong Damai dan Papua. Pizzanya enak dan beda...cobain deh, coba yang New York Deli! Yang ga kalah oke adalah Sop Ikan Batam...kalo yang ini pasti mudah ditemukan dimana-mana.

Selasa dan rabu saya absen ikut shooting, karena harus ikut meeting. Dari empat creative yang ada, dua tumbang karena panas tinggi dan infeksi saluran pernafasan atas. Kamisnya, satu lagi tumbang karena sakit mata. Alhasil, Kamis, 31 Januari, saya shooting lagi di kawasan Kalimalang dan Blok M. Di Kalimalang kami ke Sop Kambing Gudang Seng yang selalu penuh, katanya kalo jam makan siang sampai ngantri kalo ingin menikmati semangkuk sop kambing. Dari sana, kami ke Dapoer Jambon, masih di Jalan Kalimalang Raya juga, suasananya enak deh, adem dan hijau! Saya saranin, Anda makan udang pocong kalo kesini karena udangnya besar dan fresh. Tak jauh dari Dapoer Jambon, kita bisa menemukan Taman Kuliner, foodcourt yang baru buka dua bulan ini juga tidak mengecewakan. Yang recomended adalah lele penyet, jangan salah bumbunya beda lho ada kenikir, kemangi, kemiri yang dihalusin selain bumbu yang biasa, cabe dan bawang menghasilkan rasa yang beda dari penyet yang lain. Dari Kalimalang, kita ke kawasan Blok M, ada Palipo, yang ini adalah lapo khas Batak, ayam goreng Berkah yang udah berdiri 30 tahun, rumah makan Laksana cabang Bandung. Tapi yang istimewa saya nemu hotspot namanya 247...wah, cocok buat nongkrong ni..ambiencenya santai..saya sih belum coba makanannya cuma sempat ngintip bentar.

Yap...that's the review!:)
posted by ninabelle at 17.30 | 0 comments

Begitu melihat novel ini di toko buku, saya langsung memilihnya tanpa berpikir dua kali. CHOCOLAT...judulnya saja sudah memiliki daya magis (menurut saya). Saya memang terlambat karena novel ini sudah diterbitkan sejak tahun 1999, bahkan sudah difilmkan pada tahun 2000 dan diperankan dengan apik oleh Juliette Binoche dan Johny Depp sehingga meraih lima nominasi Academy Award. Tapi tentunya tidak terlambat untuk menikmati CHOCOLAT yang hmmm...yummy.
Saya melahap CHOCOLAT tanpa jeda karena begitu lezat. Kisahnya mengalir mulus, tidak sulit dicerna meski banyak terdapat intrik yang membuat saya berpikir dan semakin semangat mengunyahnya. Bertutur tentang seorang ibu muda, Vianne Rocher, dan anaknya Anouk yang baru saja tiba di Lansquenet-sous-Tannes , desa kecil yang penuh prasangka dengan warga yang pemurung dan munafik, dengan seorang pemuka agama yang tidak jujur pada dirinya sendiri. Vianne kemudian dikisahkan membuka chocolaterie bernama La Celestine Praline yang kemudian menjadi magnet bagi warga Lansquenet-sous-Tannes dan memberi kehangatan yang mendorong mereka bersikap jujur pada diri sendiri. Vianne melalui coklat-coklatnya mahir membangkitkan semangat sahabat-sahabat barunya di desa itu yang mulai terkubur bersama kemuraman Lansquenet-sous-Tannes. Hal itu ditentang oleh sang pemuka agama Francis Reynaud yang bersembunyi di balik kedok gereja dan dewan masyarakat. Prasangka sempat mewarnai hubungan keduanya, hingga Francis tertangkap basah tertidur di antara tumpukan coklat. Francis tak dapat membohongi dirinya sendiri.
Deskripsi yang manis tentang berbagai jenis kudapan berbahan dasar coklat menambah nilai plus novel tulisan Joanne Haris ini. Sambil membaca, saya membayangkan diri saya berada di sudut La Celestine Praline dengan kursi tua oranye yang nyaman dan segelas chocolat espresso panas buatan Vianne...
C'est magnifique!
posted by ninabelle at 16.04 | 0 comments

Tepat sebulan tahun 2008 dilalui. Semua terasa ringan dan menyenangkan karena hari-hari cerah yang bermandi sinar mentari. Sampai mimpi buruk itu datang lagi.

Banjir yang sudah diakrabi warga ibu kota beberapa tahun belakangan telah kembali!

Kawasan Jalan Thamrin di pusat kota terendam dan tentunya tak terhitung lagi beberapa kawasan yang tak luput dari malapetaka yang sudah menahun ini.


Memang, hujan yang tidak berhenti mengguyur Jakarta sejak Kamis malam hingga Jumat siang tadi efeknya cukup terasa, mudah-mudahan tidak menjadi lebih dahsyat dengan banjir kiriman.

Bahkan penerbangan dari dan ke Jakarta sempat ditunda karena buruknya cuaca.


Saya baru tersadar bahwa hujan semakin deras dan berpotensi menimbulkan banjir pada pk. 11.00 hari ini saat saya bermaksud berangkat ke kantor, dan ternyata jalan di depan kamar kost saya sudah terendam sebatas mata kaki orang dewasa. Sampai di kantor dengan basah kuyup (saya sudah antisipasi dengan membawa baju dan sepatu ganti), ternyata kantor sepi sekali. Banyak rekan-rekan saya yang rupanya terpaksa tidak ngantor karena terjebak banjir. Bahkan team USBD terpaksa cancel shooting karena lokasi shooting terendam setinggi dada pria dewasa, mereka keluar lokasi dengan mobil box yang didorong rame-rame...ck..ck.


Syukurlah, schedule shooting WK sudah berakhir kemarin, sehingga team kami tidak kerepotan dengan banjir.

Sudah saatnya (seharusnya dari dulu), banjir tidak terjadi dan menjadi linkaran setan untuk warga Jakarta...seandainya semua pihak lebih arif bertindak, mengutamakan kepentingan umum.
posted by ninabelle at 15.42 | 0 comments