Rabu, 30 April 2008

Meeting produksinya kok ya belum kelar juga yaa?!?! Mau pulang duluan kok ya berasa gemana getu, nanti kalo produser saya ada butuh info apa-apa gimana...*sigh*, jadi serba salah. Besok tanggal merah, tapi saya punya agenda yang padat, hehe. Pagi-pagi mau ke gereja abis itu mau jalan bareng adek perempuan saya, mau girlstalk, ke toko buku, menenggak cafein dan window shopping...(ssstt, setidaknya masih ada hal yang menyenangkan besok!).

Hari ini adalah hari kerja terakhir dua rekan kerja yang dekat sama saya, Rifky& Herma, mereka resign. Well, ada kehidupan lebih baik untuk mereka di luar sana. I'm happy for them although gonna miss them so much, gonna miss our morning talk via gtalk, gonna miss our evening talk at LG.


Lalu saya kapan donk? hmm...nanti dulu ah. Saya jatuh cinta dengan bidang pekerjaan ini. Meski pulang larut dan berasa memeras otak& tenaga, tapi saya enjoy. Saya rasa enjoy adalah the f factor (read: fun factor) dalam menjalani setiap pekerjaan yang ujung-ujungnya bikin kita betah dan bekerja sepenuh hati terlepas dari apapun sistem& perusahaan tempat kita bekerja. Saya percaya pekerjaan saya saat ini akan membawa kebaikan untuk cita-cita masa depan saya. Aniway, penting lho bekerja dengan hati. Coba bayangin kalo saya tidak bekerja dengan hati...pasti males banget kan masi di kantor sampai larut, ogah-ogahan dan bawaannya mengeluh terus dan dapat bonus muka jadi asem, wah ga cantik lagi donk:)

Beda kan kalo kita menjalani pekerjaan dengan senang hati, mengahadapi masalah dengan tenang pokoknya pekerjaan bakal berasa lebih ringan dan fun, senyumpun akan selalu tersungging, jadi lebih ramah sama rekan kerja, dampaknya dijamin muka kita jadi tambah manis..hehe. Saya sih mau terlihat manis, maka meski udah ngantuk nih, saya bakal nunggu produser saya dan tetap bekerja dengan hati. Semoga buahnya juga manis.


Cheers,
posted by ninabelle at 22.34 | 0 comments

matur sembah nuwun Gusti,
terima kasih Tuhan...
Kau tiupkan angin segar hari ini di tengah kegerahan yang menghantui berhari-hari.
Kau berikan sedikit bukti untuk para petinggi di atas sana bahwa kami bekerja bukan hanya bermain, bahwa kami sangat peduli pada program ini, bahwa kami berusaha.
matur nuwun...
ps: yippeee...daily rating& share kami naik!!
posted by ninabelle at 16.10 | 0 comments
Selasa, 29 April 2008


Saya ini warga negara Indonesia yang sangat Jawa. Saya memang etnis Jawa, papi& mami saya berasal dari Jogja& Klaten dan saya besar di Ungaran. Kultur Jawa begitu mendarah daging dalam diri saya, tentunya tidak terlepas dari didikan papi yang sangat kejawen (read: berbau Jawa). Rekan-rekan saya di kantor bahkan bilang kalo Nina tuh Jawa banget...hehe.

Saya tidak keberatan tuh dibilang gitu, karena ya inilah saya. Saya rasa, setiap suku bangsa itu punya keunikan sendiri-sendiri. Dari bahasa sampai budaya yang meliputi berbagai hal seperti kesenian dan makanan. Orang Jawa dikenal memiliki stereotype sebagai sukubangsa yang sopan dan halus. Tetapi mereka juga terkenal sebagai sukubangsa yang tertutup dan tidak mau terus terang. Sifat ini konon berdasarkan watak orang Jawa yang ingin menjaga harmoni atau keserasian dan menghindari konflik, karena itulah mereka cenderung untuk diam dan tidak membantah apabila terjadi perbedaan pendapat.(http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawa). Ada benarnya juga, memang itu sih yang saya rasakan sebagai perempuan Jawa, tapi ga berarti saya takut berpendapat...hehe. Saya senang kok mewakili suku bangsa Jawa di tengah pluralitas lingkungan saya sekarang. Bikin hidup jadi lebih berwarna.
posted by ninabelle at 20.58 | 0 comments
Sabtu, 26 April 2008

Malam minggu= party??? hmm...sangat saya banget sekitar empat atau lima tahun yang lalu, masa-masa awal kuliah saya. Kala itu, saya jarang melewatkan malam minggu dengan tidak melakukan apapun. Biasanya saya hang out keluar sama teman-teman, menyambangi pertunjukan live music di Semarang karena saya suka energi yang tercipta ketika musik menghentak dan audience bernyanyi, berteriak, menari mengikuti irama. Sayapun seringkali larut di dalamnya. Kalau lihat live music, saya harus dapat tempat paling depan, saya rela deh berdesak-desakan demi menempati lokasi strategis tepat di depan stage...haha...but it's so last year now. Saya masih cinta live music tapi mungkin lebih selektif, ga seheboh dulu ketika merasa harus nonton. Bahkan selama tinggal di Jakarta event-event musik nasional selalu saya lewatkan wong bisa nonton di studio kantor juga...hehe. Tapi saya tidak mau melewatkan Intimate concert with Glenn Friedly awal Juni nanti dan Java Jazz tahun depan (saya udah ngelewatin 2 taon nih...hiks).
Back to saturday nite, saya pernah cerita kan ya kalo malem minggu yang sempurna bagi saya sekarang berkorelasi positif dengan buku bagus dan secangkir kopi enak. Hari ini, saya melewatkan malam minggu di kantor, separo kerja separo bersenang-senang. Tadi sore, team kami mengadakan focussed group discussion untuk pemirsa Wisata Kuliner. Kami mengundang tujuh audience yang kami ajak share tentang program yang kami kerjakan. Yah mudah-mudahan hasil analisanya bisa membantu kami meningkatkan performa program (thanks a lot yah Oliv, Yasser, Cacan, Zahara, Ibu Yuli, Ibu Tuti dan Raih untuk partisipasi, saran dan kesediannya...we appreciate it!). Abis itu, saya nulis essay& browsing-browsing membunuh waktu...abis sepi kaya'nya di kost ajah, tapi ada Cerita dari Djakarta-Pramoedya Ananta Toer tuh yang lagi nungguin saya, jadi malam ini saya undur diri dulu...have a great weekend Guys, sediakan extra energi untuk hari Senin!:)
ps.hmmm...coba ada yang nungguin saya di luar sana, ngajakin makan malam tuz nganter saya pulang..hehe (*ngarep mode on*)
posted by ninabelle at 21.19 | 0 comments
Jumat, 25 April 2008
Saya ingin menggenggam dunia, bukan dengan kekuasaan, bukan juga dengan harta maupun jabatan. Saya ingin menggenggamnya dengan karya. Hmmm...maybe I am daydreamer but I am the realistic one... maksud saya, saya selalu punya impian dan target yang berlarian di otak saya tapi saya merasa memiliki energi untuk harus mewujudkan impian tersebut agar tidak menjadi impian yang hanya berlarian di otak saya namun bisa juga berlarian di dunia nyata.

Bicara mengenai menggenggam dunia, saya ingin sekali bisa melihat dunia secara nyata. Yah, berjalan, mencari tahu, menyerap ilmu dari tempat-tempat baru, belajar hidup dan belajar dari guru kehidupan. Saya tahu kesempatan itu akan datang pada waktunya. Saat itu saya ingin mengelilingi dunia tanpa ekspektasi dan judgement, saya ingin menyerap budaya masing-masing tempat, belajar bahasa yang berbeda-beda, berbaur dengan berbagai macam orang, berbagi kasih dengan manusia lain...hmm, sounds so exotic for me.Saya selalu penasaran dengan bagaimana dengan cara hidup mereka di luar sana. Cara hidup mereka pasti dapat memperkaya saya, memperkaya cara pandang saya. Saya membayangkan diri saya berbaur dengan saudara-saudara di Papua, berada di desa tradisional Vietnam, berdiri di tengah pedesaan di Nepal, menikmati sakura di Tokyo, bertualang di savana Afrika, mendengar bisikan pasir di gurun Sahara, menyusuri Venesia dengan gondola, berziarah ke Roma, duduk di salah satu cafe di Paris memandang Eiffel, larut dalam karnaval meriah di Brazil, menikmati musim gugur di New York, merasakan musim dingin di pegunungan Alpen, berjalan-jalan di pasar barang antik di London, menghirup udara segar dan keunikan Irlandia, dan beribu tempat lain di dunia. Kemudian saya menulis mengenai berbagai pengalaman itu, membaginya lagi dengan dunia bahkan mungkin memfilmkannya atau menjadikannya sebuah riset untuk program televisi yang menginspirasi manusia lain di dunia.

Manusia diciptakan sebagai masterpiece, saya harus bisa menjadi the real masterpiece through my way. Jangan menyerah Nina!
posted by ninabelle at 17.01 | 0 comments
Selasa, 22 April 2008

Mengapa kita hidup?
Pasti ada alasan di balik penciptaan manusia ke dunia. Selalu ada alasan untuk keberadaan kita. Namun kita selalu diberi pilihan apakah kita akan memaksimalkan modal yang diberikan untuk memenuhi alasan hidup kita atau hanya 'sekedar' menjalani hidup. 'Sekedar' disini artinya hidup sekedarnya saja, membiarkan moment-moment berlalu begitu saja, melewatkan kesempatan baik untuk membuat hidup lebih bermakna, menunggu dan bergantung pada nasib.
Setiap orang memiliki pilihan, jika tidak ingin sekedar menjalani hidup, kita bisa mewarnai hidup dengan krayon warna-warni. Salah satunya dengan memiliki visi dalam hidup dan menjadikan visi itu pacuan untuk menjadi manusia yang sebenarnya. Manusia yang sadar bahwa Tuhan menciptakan manusia pada hakekatnya untuk ada bagi sesama dan lingkungannya. Manusia yang sadar bahwa hidup ini terlalu sia-sia untuk dilalui tanpa makna. Meski langkah itu kecil, hendaknya manusia memulai sebuah langkah untuk kebaikan dunia. Si skeptis akan memandang ide ini sebagai wujud sikap sok idealis karena orang-orang skeptis tak punya keberanian untuk berpikir besar, mereka menjadikan visi atau impian sesuatu yang jauh di angan-angan dan menjadikan realitas sebagai penghalang. Bertolak belakang dengan itu, dengan visi dan impian, sang optimis justru akan merasa terpacu-adrenalinnya menggelegak mewujudkan visinya terlepas dari berhasil atau tidak, langkah-langkah mutlak diusahakan. Kita bisa memilih untuk menjadi si skeptis atau sang optimis, untuk memiliki visi atau terkungkung dalam realitas, untuk memaknai hidup atau hanya sekedar hidup, untuk bermanfaat bagi orang lain atau hanya sembunyi dalam tempurung ego.
Kita manusia, kita bebas memilih mengapa kita hidup? Dan ingin hidup dengan cara apakah kita?
posted by ninabelle at 12.03 | 0 comments
Selasa, 15 April 2008
Dia berbau seperti kopi pagi hari yang menguar memanggil-manggil untuk diseruput,
seperti tanah kering baru tersiram hujan...hmm...segar
Mudah saja menjadikannya favorit saya
tapi kami terlambat bertemu
Ya sudah...toh, saya tetap suka kopi& bau tanah kering yang tersiram hujan
juga dia...hehehe
posted by ninabelle at 18.14 | 0 comments
Senin, 07 April 2008
artinya....bukan dia!!!
saya punya masa depan yang lain,
SEMANGAT!!
posted by ninabelle at 12.14 | 0 comments
Sabtu, 05 April 2008

Menangis...biar lega sesak, biar lepas rasa, biar rela berjalan...
Sepi dan dingin hadir seperti badai, selalu merajam...membekukan...meruntuhkan kehangatan hati
Tak diberinya celah untuk melawan
Kemudian pergi dengan jiwa
Lalu tanya berulang seperti kaset rusak yang tak enak didengar
Lari salah satu pilihan atau bersembunyi pilihan lain...namun hadapi satu-satunya sikap paling masuk akal...jadilah berdiri sendiri meski dengan tangis
Ijinkan aku...
posted by ninabelle at 13.11 | 0 comments