Kamis, 27 November 2008

Keajaiban sederhana bisa ditemukan tiap hari...
dalam senyum sang mentari,
tersesat di tengah biru langit,
mengembara pada setiap helaan nafas,
menjelma dalam hening,
hadir tanpa suara,
indah dengan caranya sendiri.

Kemudian keajaiban sederhana itu membius,
menelusup melalui nadi,
mengalir bersama merah darah,
menuju jantung,
melenakan,
menggurat sebentuk senyum,
senyum yang ingin abadi.




posted by ninabelle at 21.04 | 5 comments
Selasa, 25 November 2008
Sedang iseng browsing, nemu foto ini di Multplynya Via....waaa...kangen
Ini diambil waktu malam midodareni-nya Via Juli 2006
Via itu yang tengah, sekarang sudah menjadi Ibu dari 1 putra yang lucu banget
Pepen yang pake baju putih paling ujung juga tengah menanti kelahiran anak pertamanya sekitar 5 bulan lagi
Rini yang berjilbab jadi pekerja media di Semarang, ngurusin abg-abg di Olga
Erika yang pake kemeja bunga-bunga kecil sedang menanti hari bahagia dengan kekasihnya
dan yang pake kebaya biru itu saya:)
Mereka temen nge-mall & gegusipan jaman kuliah,
yang akan nyamperin saya yang suka sok sibuk sama kerjaan AE di radio enden makan soto lamongan enak di dekat Masjid raya Erlangga,
yang akan saling menemati makan di Cafe Teratai Fakultas Hukum UNDIP kala itu
yang ga bosen jadi mall crawl...hehe
yang selalu saling dukung ngerjain skripsi
yang heboh tiap kali ada yang punya gebetan baru
Oh...those old times
I miss it so much
posted by ninabelle at 14.10 | 3 comments
Senin, 24 November 2008
Apakah cinta itu?
Apakah cinta yang akan mengubahmu menjadi orang lain?
Apakah cinta yang akan menyembunyikanmu dibalik kepalsuan demi menyenangkannya?
Apakah cinta yang kemudian memaksamu untuk terus hidup bersamanya meski kemudian saat tahun berjalan dan sang cinta menghilang, kau melenggang mencari cinta pada manusia lain?

Kalau begitu, jangan mencinta, please...terlalu banyak kepalsuan di dunia ini yang mengatasnamakan cinta. Jika ingin mempermainkan hatimu-silakan- itu hatimu sendiri, namun jangan hati orang lain.
posted by ninabelle at 19.20 | 0 comments
Perjalanan yang menyiksa bukan ketika saya harus menempuh jalur Pulau Samosir-Berastagi yang berkelok-kelok dengan jalan sempit atau perjalanan-perjalanan darat lainnya selama berjam-jam. Perjalanan yang menyiksa adalah ketika saya harus menembus kemacetan kawasan Kuningan Jakarta di dalam taksi yang apek sore ini, perut berasa mual ingin menumpahkan isinya *geeezzz, untung masi rame-rame, kalo sendirian saya pasti rela turun cari taksi lain (yang susah didapat) di tengah jam pulang kantor hari Senin begini*. Saya bersyukur banget, berangkat kerja tinggal jalan kaki lalu pulang naik ojek...hehe...ga perlu bermacet-macet ria plus dengerin klakson mobil manusia-manusia Jakarta yang ga sabaran (sampai sekarang saya masih heran, kenapa sih orang hobby mengklakson padahal jelas-jelas jalanan macet parah dan mobil beneran ga bisa maju...tapi teteup aja kekeuh meneriakkan klakson mobilnya...astaga).
Baru sekitar 45 menitan terjebak dalam taksi aja berasa terjebak berjam-jam. Mungkin saya ga akan lama-lama di Jakarta...hehe:)
posted by ninabelle at 17.14 | 0 comments
Jumat, 21 November 2008
Saya sering over-excited terhadap berbagai kejadian mulai dari hal kecil yang membuat sedih sampai hal sederhana yang mampu melambungkan bahagia. Seperti ketika menerima pesan dari seorang teman yang isinya "keep smile, Gbu" atau ketika beberapa teman tersayang menyemangati saya yang sedang down, rasanya seperti manusia yang sangat beruntung dikelilingi oleh banyak kebaikan dari orang lain sehingga ingin tersenyum terus.

Satu hal yang saya yakini, selalu ada sesuatu yang bisa dipelajari dari peristiwa-peristiwa dalam hidup. Salah satunya, saya diingatkan betapa terberkatinya saya dengan teman-teman yang sayang dan suportif sama saya :)
posted by ninabelle at 09.35 | 1 comments
Kamis, 20 November 2008
Mmmm
There's so much craziness surrounding me
There's so much going on it gets hard to breathe
All my faith has gone you bring it back to me
You make it real for me
Well I'm not sure of my prioritie
sI've lost site of where I'm ment to be
And like holy water washing over me
You make it real for me
And I'm running to you baby
You are the only one who save me
That's why I've been missing you lately
Cause you make it real for me
When my head is strong but my heart is weak
I'm full of hurricanes and uncertainty
But I can find the words
You teach my heart to speak
You make it real for meee yeaaa
And i'm running to you baby
You are the only one who save me
That's why I've been missing you lately
Cause you make it real for me
Everybodies talking in words
I don't understand
You got to be the only one
Who knows just who I am
And you shine in the distance
I hope I can make it through
Cause the only place
That I want to beIs right back home with you
I guess there's so much moreI have to learn
But if you're here with me
I know which way to turn
You always give me somewhere,
Somewhere I can learn
You make it real for me
And i'm running to you baby
Cause you are the only one who save me
That's why I've been missing you lately
Cause you make it real for me
You make it real for me

(YOU MAKE IT REAL BY JAMES MORRISON)

Sejak Kamis lalu, otak saya memang hanya dipenuhi urusan pekerjaan sampai ingin muntah...hehe. Boleh ya saya memimpikan sebuah tempat yang tenang dikelilingi hijau pepohonan dan wangi bunga warnawarni, bisa dengar suara sungai mengalir, menikmati waktu yang berjalan pelan dengan seorang yang bersedia membagi hari untuk mendengar dan didengar?

ps. gimana sih rasanya dicintai seorang?
posted by ninabelle at 20.14 | 0 comments
Kamis, 13 November 2008
Selamat hari yang baru Dunia! Wah, hari ini saya merasa positif sekali...senangnya:).Tadi pagi berangkat ke kantor jam 8 pagi, ga biasanya gitu buat saya yang kalo office day paling pagi berangkat jam 10-an, kecuali kalo shooting yang bisa saja jam 3 pagi saya sudah di kantor. Mungkin efek energi positif dari bangun tidur ya, jadi semangat hari ini. Siang ini sudah cek editing untuk on air Sabtu besok -tinggal dipreview sama produser saya-, sudah menyelesaikan rundown, script & operasional rundown untuk shooting hari Minggu ke Bogor -tinggal dicek produser, mudah-mudahan ga ada revisi-, sudah menyiapkan materi meeting dengan beberapa talent...yippeee!:)

Semoga semua orang juga lagi merasa positif hari ini.
Semangat!Have a nice day everyone:)
posted by ninabelle at 11.47 | 0 comments
Rabu, 12 November 2008
Baru saja saya selesai makan malam dan chitchat kesana kemari dengan Asha. Kita berdua lagi ngobrol ringan saya lupa membahas apa ketika ada pembicaraan seperti ini:
Asha: "Nina aja kalah sama Ulfa..."
Nina: "Ulfa??" (masih belum loading...hehe)
Asha: "Iya, Ulfa aja bisa bilang Ulfa mencintai Syekh Puji."
Nina: "Maksud loe?...hehe"

Alamak! Setelah itu memang terjadi pembicaraan lain -dari Asha yang ngerasani Ulfa yang sepertinya dewasa sebelum waktunya sampai saya yang jadi teringat buku yang baru selesai saya baca sampai cerita Asha tentang crew A la Chef nyari buah durian beneran sama drivernya diantar ke "tempat duren" bertabur perempuan-perempuan berbaju seksi penjual layanan senang...haha...kita berdua sampai ngakak karena kesalahan persepsi dari Bapak driver-.


Kembali lagi ke kasus Ulfa yang tengah marak diberitakan akhir-akhir ini oleh berbagai stasiun televisi. Ulfa jadi beken karena pernikahannya dengan Syekh Puji yang ditilik dari faktor usia lebih pantas menjadi ayahnya. Saya sih tidak tahu kebenarannya karena pemberitaan juga agak simpang siur, terlalu banyak opini.


Dari kisah Ulfa itu, saya jadi ingat buku yang baru tadi pagi selesai saya baca A Life Less Ordinary (Aalo Aandhari (Dari Gelap kepada Terang)) karya Baby Halder. Buku ini merupakan memoar, kisah nyata dari kehidupan Baby. Baby adalah perempuan India keturunan Bengali yang bekerja sebagai asisten rumah tangga karena tuntutan hidup memaksanya membiayai kehidupan dia dan tiga anaknya. Sang penulis (dipaksa) menikah pada usia 12 tahun oleh ayahnya dengan lelaki yang baru Baby lihat pada upacara pernikahannya (bayangkan!). Menikah pada usia yang sangat belia saja sudah tidak mudah apalagi ditambah menikah dengan lelaki yang samasekali tidak dikenal. Hari itu dimulailah drama kehidupan Baby yang dekat dengan kekerasan dalam rumah tangga, pengabaian, dilecehkan secara emosi, melahirkan dengan kesulitan tingkat tinggi dalam usia muda, merawat dan membesarkan anak tanpa sepeser uang dari suami yang super pelit dan tidak perhatian. Akhirnya karena tidak tahan, Baby pergi dari rumah suaminya bersama tiga anak yang masih kecil. Di India, tindakan ini dianggap menyalahi adat maka bertambahlah beban yang harus ditanggung Baby Halder yakni cemooh dari lingkungan sosialnya. Meski happy ending karena Baby akhirnya menemukan majikan baik hati yang mendorongnya untuk membaca dan menulis untuk memperbaiki taraf hidupnya, kisah ini menyimpan kepahitan yang tragis dalam hidup seorang perempuan.


Saya sebagai seorang perempuan merdeka terbayang betapa susahnya hidup semacam hidup yang dijalani Baby Halder, hidup penuh tekanan (siapa sih yang tidak punya tekanan hidup, tapi hidup tanpa suami dengan tiga anak pernah mengalami KDRT plus olok-olok orang sekitar pasti luar biasa tidak mudah bukan?). Namun buku ini luar biasa mencerahkan pula, dalam kepahitan yang tragis tersimpan energi yang seakan abadi untuk terus berharap dan berusaha. Untuk saya membaca buku ini menjadi pengingat akan betapa baiknya hidup yang saya jalani, betapa indah langkah demi langkah yang saya lalui dan semua berarti. Makna kerja keras akan mebuahkan hasil yang manis juga tersirat di dalamnya. Kehormatan untuk menjadi seorang ibu dan mengantarkan anak-anak memperoleh pendidikan layak juga patut dicontoh dari perjuangan Baby Halder.


Setiap perempuan punya kisahnya sendiri, kisah Baby Halder atau -kisah-kisah perempuan lain di luar sana yang saya belum tahu- memperkaya saya. Terima kasih:)
posted by ninabelle at 20.25 | 0 comments
Selasa, 11 November 2008
Akhirnya hasrat saya untuk bercerita tersalurkan juga setelah dua hari ini saya bekerja di meja produser saya yang sedang shooting (dan entah mengapa blogger di kompinya error mulu bikin saya ga bisa cerita kepada dunia...hehe). Jadi saya mau cerita kalau untuk pertama kalinya di belantara Jakarta raya yang sudah saya tinggali selama 20 bulan ini, akhirnya saya melakukan aktivitas yang dulu suka saya lakukan yaitu nonton bioskop sendirian! Bukan karena saya desperate single lho yah, tapi menonton sendirian menyenangkan lho. Kita tidak perlu menenggang selera dalam hal pemilihan film, ga perlu jaga image (coba nonton pas lagi dating biasanya mah jaim mulu;p), bisa makan popcorn sepuasnya sendiri , bisa menebar pesona (halah!), bisa sok cool (lihat nih saya nonton sendiri, bisa seseruan sendiri...guaya tenan!).


Minggu kemarin dengan spontan aja gitu pulang dari gereja, saya menyetop taksi dan meluncurlah ke Plaza Semanggi, bahkan pas saya sampai para pegawai Centro Departemen Store itu masih berdoa pagi (ya ampun semangat banget yah saya! saya sampai senyum-senyum sendiri) alhasil pas masuk lewat Centro, saya sukses berjalan bak peragawati di atas catwalk diliatin sama mba-mba pramuniaga yang masih berjejer (mungkin dalam hatinya niat banget yah Mba manis berbaju dan bershawl putih ini baru jam 10 pagi udah nge-mall..gyahaha). Langsung donk saya menuju lift untuk mencapai cineplex 21, dan tengtong, bioskopnya masih tutup saudara-saudara (yaiyalah masih jam 10 pagi Nina!). Lalu, saya ke bawah deh ke area foodcourt sambil harap-harap cemas semoga tempat makannya juga sudah buka dan ternyata memang sudah buka. Saya langsung blocking di sofa paling pojok memesan makanan lalu baca buku deh sampai makanannya datang. Setelah kenyang, baca buku lagi, berhubung ga enak juga lama-lama (meski saya juga bayar gitu yah) beranjaklah saya jalan-jalan di Plaza Semanggi tanpa (berusaha banget) belanja-belanji (kan niatnya mau nonton..hehe)...yah another window shopping aja sambil nunggu bioskop buka.



Setelah satu jam jalan-jalan ga jelas (dan dapet jaket warna coklat;p), terbeli juga tiket Quantum of Solace dengan nomor kursi E5 berharap yang duduk di kanan kiri saya orang baik-baik (parno saya dulu pas SMA, karena saya ga mau diajak nonton film horror, saya terpaksa nonton film bergenre drama sendirian, sebelum kemudian ada mas-mas iseng nan jahil jaya mulai nanya-nanya ga jelas bikin saya ketakutan).



Saya suka filmnya, terutama karena settingnya yang berpindah-pindah dari Italy, ke Haiti, ke London, ke Bolivia, lalu ke Rusia memungkinkan saya membayangkan sedikit kondisi di masing-masing tempat. Saya sih paling suka adegan bersetting Italy, mulai dari opening kejar-kejaran mobil Aston Martin-nya Mas Bond dan Alfa Romeo milik musuh di tepi Danau Garda sampai adegan Mas Bond kejar-kejaran dengan pengkhianat Mrs. M di tengah-tengah Palio (sebuah festival balap kuda yang sudah menjadi tradisi ribuan tahun di Siena Italy). Phasing film ini memang cepat membuat saya harus bener-bener menyimak dan saya suka James Bond yang diperankan oleh Daniel Craig karena lebih manusiawi, ya Mr. Bond memang manusia biasa dengan profesi intelligent bukan super human jadi dia bisa terluka, bisa merasa dendam. Gadis Bond kali ini, Camille yang diperankan oleh Olga Kurylenko juga manis dan anggun, memberi bumbu tanpa harus oversensual, terasa pas aja.



Sayang, masih banyak orang tua atau kakak yang mengajak anak di bawah umur menonton film dengan cukup banyak adegan kekerasan dan satu adegan foreplay diatas ranjang yang menurut saya tidak pantas dikonsumsi penonton yang belum dewasa.



Kapan-kapan nonton sendiri lagi ah:)
posted by ninabelle at 20.06 | 4 comments
Kamis, 06 November 2008
Sepertinya sudah semingguan ini, langit Jakarta tersalut mendung tiap pagi sebelum kemudian menumpahkan hujan deras siangnya. Rasanya jadi ingin tinggal di tempat tidur ditemani buku bagus dan kopi hangat, tapi ga mungkin lah, saya kan harus kerja *kerja...kerja...ayo kita kerja...menyemangati diri sendiri;p*. Pagi ini juga mendung banget, padahal tadi pas saya berangkat sekitar jam 9 masih cerah ceria ajah tuh langit.
Saya jadi terbayang kalo harus shooting hujan-hujanan seperti saya tempo hari di Bandung, saya sih masih seneng-seneng aja selama ga sakit paling juga baju yang basah dan sneakers saya pulang shooting wajib di-laundry. Ada lho orang-orang yang pekerjaannya lebih berat saat musim hujan seperti ini dan mereka harus menghadapinya setiap hari. Kalo saya cuma sehari shooting hujan-hujanan sisanya kerja di kantor yang nyaman, mereka ini hampir setiap hari harus berbasah-basah kedinginan demi bisa makan. Mau bukti? ada penjual kecil keliling (bisa jualan es (yang mungkin ga gitu laku musim hujan begini), jualan kelontong, jualan sayur, jualan lampu teplok (saya baru ketemu pagi ini dan berapa orang sih yang beli lampu dengan bahan bakar minyak tanah sekarang ini? aduh sedih membayangkannya), tukang bakso keliling, tukang sol sepatu keliling, tukang benerin baju keliling, dan lain-lain), ada juga ojek payung yang hujan membawa berkah untuk mereka, ada pemulung yang belum tentu hari ini bisa makan, dan tentu saja masih banyak orang lain dengan profesi yang mengharuskan mereka siap sedia bekerja dalam situasi apapun karena jika ga kerja mereka ga akan makan. Saya sih jauuuuh berjuta-juta kali lebih enak.

Tuhan, cukupkan rejeki untuk saudara-saudara saya yang berjuang demi bisa makan hari ini di luar sana dan berilah kesehatan dan semangat untuk menjalani hari mereka.
Tuhan, terima kasih untuk rejeki dan kasih yang luar biasa yang Kau sediakan bagi saya setiap hari. Amin.
posted by ninabelle at 09.58 | 0 comments
Selasa, 04 November 2008
Weekend di Bandung? Yang terlintas di otak saya seru juga daripada mati gaya di Jakarta. Selain itu, kalo ga sekarang kapanlagi bisa menghabiskan akhir pekan bersama rekan kerja dan keluarga mereka plus Pak Bondan dan Tante Yvonne (istri Pak Bondan). Jadilah pagi itu, jam 10 tepat bus big bird meninggalkan Gedung Trans TV. Suasana di bus cukup ramai karena ada Pak Bondan dan Tante Yvonne, Kang Herdi& keluarga, Mas Diput& keluarga, Mba Icha & keluarga, Mas Donny & istri, Mas Andre, Mas Wendy, Kak Jo dan saya. Bandung dan Resto Resep Dapurku menyambut kami dengan hujan dan memang dua hari weekend di Bandung, hari kami diiringi hujan. Sabtu sore, Mas Yogi & istri juga bergabung. Lalu, kami rame-rame dinner di The Peak...hmm, suhu semakin dingin saja. Paginya, saya sengaja bangun siang, hehe, akhirnya malah ga jadi belanja padahal Jalan Riau tepat di depan hotel kami, abis dengan mendung dan hujan bawaannya pengen meringkuk di bawah selimut mulu;p. Jadi hari Minggu itu saya cuma makan siang rame-rame di Black Canyon Coffee Parijs Van Java, menikmati es durian Pak Aip di Tubagus Ismail, nyalon bareng Kak Jo di Bandung Indah Plaza dan datang ke kondangan Mbak Camel di PUSDAI dan langsung pulang ke Jakarta, sampai Jakarta jam 11 malam ajah. But it was nice weekend, sayang Caca Poniwati dan Mas InaInu ga jadi ikut, mungkin mereka bisa menjadi kompor untuk menjelajahi distro atau factory outlet yang bertebaran di Bandung;p
posted by ninabelle at 16.35 | 0 comments