Kamis, 01 November 2007

Rabu malam yang agak dingin di pertengahan Oktober kemarin, dengan tidak sengaja saya berjodoh dengan buku bagus yang kemudian jadi favorit saya "TUESDAYS WITH MORRIE"
Yang membuat saya tertarik adalah review di bagian belakang buku:

"Bagi kita mungkin ia sosok orangtua, guru, atau teman sejawat. Seseorang yanga lebih berumur, sabar dan arif yang memahami kita sebagai orang muda penuh gelora, yang membantu kita memandang dunia sebagai tempat yang lebih indah, dan memberitahu kita cara terbaik untuk mengarunginya. Bagi Mitch Albom, orang itu adalah Morrie Schwartz, seorang mahaguru yang pernah menjadi dosennya hampir dua puluh tahun yang lampau.

Barangkali, seperti Mitch, kita kehilangan kontak dengan sang guru sejalan dengan berlalunya waktu, banyak kesibukan dan semakin dinginnya hubungan sesama manusia. Tidakkah kita ingin bertemu dengannya lagi untuk mencari jawab atas pertanyaan-pertanyaan besar yang masih menghantui kita, dan menimba kearifan guna menghadapi hari-hari sibuk kita dengan cara seperti kita masih muda?

Bagi Mitch Albom, kesempatan kedua itu ada karena suatu keajaiban telah mempertemukan kembali dengan Morrie pada bulan-bulan terakhir hidupnya. Keakraban yang segera hidup kembali antara guru dan murid itu sekaligus menjadi sebuah "kuliah" akhir: kuliah tentang cara menjalani hidup."

Saya langsung jatuh cinta dengan buku ini, semakin jatuh cinta ketika menekuni tiap katanya, tiap barisnya, tiap halamannya. Sebuah pelajaran kehidupan yang dikemas apik. Saya merasa tidak digurui, saya merasa diperkaya. Saya membacanya tiga kali dan sepertinya akan kembali saya buka untuk mengingatkan bagaimana mengarungi hidup (yang tentunya saya sesuaikan dengan kepribadian saya).

Berikut adalah quotes yang saya highlite dalam Tuesdays With Morrie karena menurut saya penting:
- Terima apa pun yang sanggup kaukerjakan dan apa pun yang tak sanggup kaukerjakan
- Terima masa lalu sebagai masa lalu, tak usah menyangkal atau menyingkirkannya
- Belajarlah memaafkan diri sendiri dan memaafkan orang lain
- Tak ada istilah terlambat untuk memulai
- Waktu semua ini dimulai, aku bertanya kepada diriku sendiri 'Apakah aku akan menarik diri dari dunia sebagaimana diperbuat oleh kebanyakan orang, atau terus hidup?' Aku memutuskan untuk terus hidup -atau setidaknya mencoba untuk terus hidup- dengan cara yang aku inginkan, secara bermatabat, dengan keberanian, dengan rasa humor, dengan mantap.
- Menanti datangnya ajal hanya salah satu diantara yang patut disedihkantapi hidup tanpa kebahagiaan lebih menyedihkan.
- Hidup ini merupakan rangkaian peristiwa menarik dan mengulur dan cinta yang menang. Cinta selalu menang.
- Yang penting dalam hidup adalah belajar cara memberikan cinta kita dan membiarkan cinta itu datang.
- Alangkah baiknya bila orang dapat menahan diri untuk tidak menangisi diri berkepanjangan. Cukup beberpa tetes air mata setiap pagi, kemudian menghadapi hari dengan tegar.
- Kadang-kadang kita tak boleh percaya kepada yang kita lihat, kita harus percaya kepada yang kita rasakan. Dan jika kita ingin orang lain percaya kepada kita, kita harus merasa bahwa kita dapat mempercayai mereka juga-bahkan meskipun kita sedang dalam kegelapan. Bahkan ketika kita sedang terjatuh.
- Begitu kita ingin tahu bagaimana kita akan mati, berarti kita belajar tentang bagaimana harus hidup
- Saling mencintai atau punah dari muka bumi.
- Kita harus mencari apapun yang baik, benar, indah dalam masa hidup yang sedang kita jalani. Memandang ke belakang membuat kita seperti sedang berlomba. Padahal usia bukan sesuatu yang dapat diperlombakan.
- Abdikan dirimu untuk mencintai sesama, abdikan dirimu kepada masyarakat sekitar, dan abdikan dirimu untuk menciptakan sesuatu yang mempunyai tujuan dan makna bagimu.
- Hanya dengan hati terbuka kau akan diterima dan diakui oleh semua orang
- Berbuatlah apapun yang sesuai kata hati. Apabila kita berbuat demikian, kita tidak akan merasa kecewa, kita tidak akan merasa iri, kita tidak akan mendambakan milik orang lain. Sebaliknya, kita akan kewalahan dengan ganjaran yang akan kita terima.
- KIta mempunyai awal yang sama, kelahiran dan kita semua mempunyai akhir yang sama kematian. Jadi apa bedanya?
- Bangun semangat kasih dan betanggungjawablah satu sama lain.
- Kematian mengakhiri hidup tapi tidak mengakhiri suatu hubungan.

Dan pertanyaan yang membuat saya merenung:
- Apa kau sudah menemukan orang tempat kau berbagi perasaan?
- Apa kau menyisihkan penghasilanmu untuk amal?
- Apakah kau menerima dirimu apa adanya?
- Apakah kau mencoba bersikap manusiawi sebisa-bisamu?

Yah, membaca buku ini membuat saya semakin bersyukur karena saya hidup sehingga memiliki kesempatan untuk memberi makna yang lebih lagi.
Morrie bukan hanya guru Mitch namun juga guru saya :)
posted by ninabelle at 10.45 |

1 Comments:

At 21 November 2007 pukul 14.03, Blogger Mimamut said........
"Alangkah baiknya bila orang dapat menahan diri untuk tidak menangisi diri berkepanjangan. Cukup beberpa tetes air mata setiap pagi, kemudian menghadapi hari dengan tegar."

-- i do that... :).. and that's for real :) --

"Begitu kita ingin tahu bagaimana kita akan mati, berarti kita belajar tentang bagaimana harus hidup"

-- i feel it once.. --

"Berbuatlah apapun yang sesuai kata hati. Apabila kita berbuat demikian, kita tidak akan merasa kecewa, kita tidak akan merasa iri, kita tidak akan mendambakan milik orang lain. Sebaliknya, kita akan kewalahan dengan ganjaran yang akan kita terima."

-- Everymorning since 7th...--

Love our life sis, coz u never know when time have to come...