Jumat, 19 Oktober 2007

Kemarin, saya keluar dari kantor pk. 18.00 WIB...di luar kebiasaan, 3 hari ini kantor sangat sepi (tentu saja, karena masih dalam suasana cuti bersama Lebaran!;p).


Saya menyusuri jalan yang biasa saya lalui, ketika lewat di depan lapangan mandiri, di tengah onggokan sampah saya melihat sebujur badan manusia (yang tadi pagi sudah saya lihat di tempat yang sama) masih diam tidak bergerak. Ya Tuhan, saya bukan main kagetnya, tapi saya takut untuk mendekat. Apakah orang itu masih hidup atau tidak, saya tidak tahu...akhirnya, saya berlalu begitu saja dan berpesan pada tukang rokok di ujung jalan supaya menengok ke tempat orang itu (karena saya tidak berani) dan mengecek apakah orang itu masih bernyawa.


Saya merasa sangat kerdil karena tidak memiliki keberanian menolong orang yang tergeletak di pinggir jalan semacam itu. Hati saya miris melihatnya terkapar tanpa daya di tengah onggokan sampah (di Jakarta semua itu mungkin). Rasa kemanusiaan saya memberontak, tapi apalah artinya karena saya tidak berani menolong. Saya hanya bisa berdoa, semoga orang itu masih hidup.


Menolong sesama...seharusnya bukan menjadi hal yang sulit. Namun, dengan kedok keterbatasan diri kadang kita enggan untuk melakukannya. Manusia memiliki keterbatasan karena kita sendirilah yang membatasi diri. Kita bisa menolong tapi kita menyangkal dengan berkata saya takut, saya saja belum bisa menolong diri sendiri dan alasan-alasan lainnya. Mau tidak mau, saya harus mengakui bahwa saya ini manusia kecil dengan ego yang sangat besar.


Cerita tentang tolong menolong banyak saya dapatkan ketika saya diharuskan menggali cerita-cerita patriotik. Ada begitu banyak kisah, ketika seorang anak manusia terluka atau menderita, sangat sulit menemukan orang yang mau menolong, jika adapun, kadang ada saja yang menghalangi.


Menolong tidak harus merupakan sesuatu yang besar, kita bisa mulai dari hal-hal kecil di sekitar kita. Menolong dengan tulus akan menjadi berkat, untuk diri sendiri dan orang lain.


Kejadian ini menampar saya dengan sangat keras.

posted by ninabelle at 10.20 |

0 Comments: